Warga Lombok Barat Keluhkan Antrean Pertalite Panjang, Pertamina Buka Suara
Pemilik kendaraan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, harus bersabar lebih lama ketika hendak mengisi bahan bakar minyak subsidi jenis Pertalite di berbagai stasiun pengisian dalam sepekan terakhir. Antrean kendaraan bermotor yang mengular panjang kerap terlihat dan memicu keluhan luas dari masyarakat setempat.
Muhamad Hadi, salah seorang warga asal Gerung, mengaku heran dengan fenomena antrean yang memakan waktu hingga satu jam tersebut. Menurutnya, situasi ini sangat merugikan para pekerja sektor informal yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar setiap hari.
"Kondisi ini sangat membuat aktivitas masyarakat terganggu, apalagi bagi pekerja harian lepas seperti saya, ojek online, dan pekerja lapangan lainnya yang ketergantungan dengan BBM," ujar Hadi saat ditemui di lokasi antrean.
Warga juga menyoroti kontrasnya ketersediaan bahan bakar, di mana produk non-subsidi seperti Pertamax terpantau selalu tersedia tanpa antrean berarti di SPBU yang sama. Situasi ini membuat masyarakat menduga adanya pembatasan penyaluran untuk jenis bahan bakar tertentu.
Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menegaskan bahwa pasokan energi di wilayah Nusa Tenggara Barat berada dalam status aman. Perusahaan telah mengambil langkah cepat dengan mengoptimalkan seluruh rantai pasok dan armada pengiriman.
Area Manager Communication, Relations dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan pihaknya telah mengoperasikan fasilitas Integrated Terminal Ampenan lebih awal dari jadwal reguler untuk mempercepat proses bongkar muat.
"Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, mulai dari pengoperasian lebih awal IT Ampenan, kedatangan tambahan suplai BBM hingga pemanfaatan armada mobil tangki di wilayah NTB," ujar Ahad.
Berdasarkan data operasional, kapal tanker pertama telah bersandar di Integrated Terminal Ampenan dengan membawa muatan sebanyak 2.100 kiloliter Pertalite dan 500 kiloliter Pertamax, disusul pasokan tambahan Biosolar pada malam harinya.
Artikel Lainnya
Museum Subak mengenalkan kembali filosofi pertanian tradisional Bali melalui pemutaran film animasi berjudul Tenggala di...
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung mendapati puluhan data warga yang telah berpulang masih tercantum di dalam sistem...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi angin kencang yang melanda seluruh ...
Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama merilis jadwal resmi pelaksanaan ibadah salat wajib harian di wilayah ...
Umat Muslim di wilayah Denpasar dan sekitarnya memerlukan panduan waktu yang akurat untuk menjalankan kewajiban ibadah h...