Jelang HUT ke-81 RI, Pedagang Bendera Musiman di Karangasem Ngaku Omzet Masih Sepi
Jajaran pedagang bendera musiman mulai menjamur di kawasan perkotaan Kabupaten Karangasem, Bali, jelang peringatan HUT ke-81 RI. Meski menjajakan beragam atribut Merah Putih di tepi jalan utama, penjualan dirasakan masih belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Salah satu pedagang di Jalan Diponegoro, Amas Alek, mengaku hasil penjualannya masih jauh dari harapan sejak mulai menggelar lapak. Pria yang merantau dari Bandung tersebut hanya mengantongi pendapatan yang terbilang minim dalam kurun waktu tiga hari pertama.
"Saya jualan sejak tiga hari yang lalu, paling banyak dapat Rp 200 ribu sehari," kata Alek saat ditemui detikBali di lokasi jualannya, Minggu (2/8/2026).
Profesi keseharian Alek sebenarnya adalah seorang penjahit di daerah asalnya. Menyambut momentum kemerdekaan, ia memilih pergi ke Bali bersama enam rekannya di bawah naungan penyedia kain bendera untuk mengadu nasib di Karangasem.
Menggelar dagangannya sejak pukul 07.00 hingga 18.00 Wita, harga per lembar barang dagangannya dibanderol bervariasi mulai Rp 5 ribu hingga Rp 300 ribu. Adapun atribut berukuran sedang seharga Rp 60 ribu menjadi produk yang paling diburu masyarakat.
Artikel Lainnya
Pemerintah Provinsi Bali mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp 114,12 miliar untuk bidang perhubungan pada tahun 2027....
Pemerintah pusat menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi ekonomi lokal guna mendongkrak p...
Bursa Efek Indonesia resmi memperkenalkan skema IDX Green Equity Designation pada akhir Agustus 2026 guna memperkuat eko...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan tipis sebesar 36 poin atau 0,21 persen pada p...
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mendorong komoditas bunga kasna asal Temukus, Karangasem, untuk n...