Merawat Kelestarian Alam Bali, Eko-Teologi Hindu Jadi Kunci Utama
Tradisi pelestarian lingkungan yang dijalankan masyarakat Bali melalui ritual Sad Kerti berakar dari filosofi eko-teologi Hindu yang mendalam. Pandangan ini menempatkan alam bukan sekadar objek eksploitasi, melainkan entitas hidup yang selaras dengan eksistensi manusia.
Penyuluh Ahli Madya Agama Hindu Kemenag Provinsi Bali I Gusti Putu Suana menjelaskan bahwa perayaan Tumpek merepresentasikan wujud penghormatan konkret umat Hindu terhadap lingkungan sekitar. Alam dipandang sebagai saudara karena berasal dari sumber penciptaan Ilahi yang serupa.
Landasan keharmonisan tersebut ditegaskan dalam Teks Jawa Kuno Agastya Parwa serta ajaran Bhagawadgita III.10. Ayat suci itu menyebutkan bahwa manusia diciptakan bersamaan dengan Yadnya agar mampu memelihara alam secara berkelanjutan.
"Melalui Yadnya itulah manusia dapat memelihara alam dan alam akan menghidupi manusia," ujar Suana dalam dialog interaktif di Pro 4 RRI Denpasar.
Penerapan prinsip Sama Darsinah atau memandang segala makhluk secara setara turut menumbuhkan kesadaran ekologis di tengah masyarakat. Sikap saling menghargai ini efektif mencegah eksploitasi berlebihan yang dapat merusak tatanan ekosistem.
Siklus Cakra Yadnya yang terjaga lewat pelaksanaan ritual tulus menjadi bukti nyata komitmen menjaga kelestarian bumi bagi generasi mendatang. Harmoni antara manusia dan alam ini diwujudkan melalui laku spiritual yang berkesinambungan.
Koordinasi lintas instansi keagamaan dan adat di Bali terus digalakkan guna memperkuat implementasi nilai-nilai ekologis lokal tersebut. Program penyuluhan rutin dijadwalkan menyasar berbagai wilayah kabupaten sepanjang triwulan ketiga tahun ini.
Kementerian Agama mencatat adanya peningkatan partisipasi aktif kelompok pemuda desa adat dalam kegiatan penghijauan berbasis ritual keagamaan.
Artikel Lainnya
PMI Bali kembali menggelar serangkaian kegiatan donor darah di berbagai titik di Denpasar dan sekitarnya mulai 13 hingga...
Sebanyak tujuh desainer muda Bali mengubah kain tradisional menjadi koleksi busana modern dalam ajang Dekranasda Bali Fa...
Resor ekowisata Bambu Indah di Ubud, Bali, memperkenalkan destinasi pernikahan baru bertajuk Enchanted Forest dan Whispe...
Ajang musik internasional Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 siap dilangsungkan pada 7-8 Agustus mendatang di Sthala...
Komunitas seni Naluri Manca meluncurkan pementasan budaya modern berjudul Cipta Rwa Loka di Taksu Art Stage, Peninsula I...